Minggu, Oktober 19, 2008
Minggu, Oktober 12, 2008
Kelenteng Boen Tek Bio, Saksi Sejarah Kota Tangerang dan Cina Bentengnya
Berbicara tentang Kelenteng Boen Tek Bio tidak terlepas dari sejarah Kota Tangerang dan keberadaan orang Tionghoa di Tangerang. Walaupun umurnya sudah lebih dari 300 tahun, klenteng ini masih tetap berdiri kokoh.Jika ditanya kapan berdirinya Kelenteng Boen Tek Bio? Pastinya belum ada orang yang bisa memastikannya. Diperkirakan, Kelenteng Boen Tek Bio berdiri sekitar tahun 1684. di masa itu, para penghuni perkampungan Petak Sembilan secara gotong-royong mengumpulkan dana untuk mendirikan sebuah kelenteng yang diberi nama Boen Tek Bio (Boen=Sastra Tek=Kebajikan Bio=Tempat Ibadah).Bio yang pertama berdiri diperkirakan masih sederhana sekali yaitu berupa tiang bambu dan beratap rumbia. Awal abad ke-19 setelah perdagangan di Tangerang meningkat, dan umat Boen Tek Bio semakin banyak, kelenteng ini lalu mengalami perubahan bentuk seperti yang bisa dilihat sekarang.Sebagai tuan rumah kelenteng ini adalah Dewi Kwan Im. Selain Dewi Kwan Im di sebelah kiri dan kanan kelenteng ini juga dibangun tempat untuk dewa-dewa lain.Berbicara tentang Kelenteng Boen Tek Bio, yang memiliki nama lain Padumuttara, tidak terlepas dari sejarah Kota Tangerang dan keberadaan orang Tionghoa di Tangerang. Boen Tek Bio adalah kelenteng tertua di kawasan permukiman Cina, di Pasar Lama.Kelenteng ini juga diketahui merupakan bangunan paling tua di Tangerang sekaligus menjadi saksi sejarah bahwa orang-orang Cina sudah berdiam di Tangerang lebih dari tiga abad.
Minggu, Oktober 05, 2008
Jumat, Oktober 03, 2008
definisi cinta
Kata Guru Biologi :
Cinta adalah rasa saying yang dimiliki setiap makhluk yang bernyawa
Kata Guru Fisika :
Cinta adalah getaran yang membuat partikel – partikel menyatu
Kata Guru Kimia :
Cinta adalah reaksi dan bahasa beracun yang bias membuat manusai berubah.
Kata Guru PPKN :
Cinta adalah sesuatu yang harus berprasaan
Kata Guru Agama :
Cinta adalah hal yang dilarang karena menimbulkan maksiat
Kata Guru Bahasa Indonesia :
Cinta adalah rangkaian kata indah yang mengalami synopsis dengan maksud mendalam
Kata Guru Ekonomi :
Cinta adalah hal ang ngabisin duit
Kata Guru Bahasa Inggris :
Love is crazy!!!
Kata Guru Sejarah :
Cinta adalah sejarah yang tak terlupakan
Cinta adalah rasa saying yang dimiliki setiap makhluk yang bernyawa
Kata Guru Fisika :
Cinta adalah getaran yang membuat partikel – partikel menyatu
Kata Guru Kimia :
Cinta adalah reaksi dan bahasa beracun yang bias membuat manusai berubah.
Kata Guru PPKN :
Cinta adalah sesuatu yang harus berprasaan
Kata Guru Agama :
Cinta adalah hal yang dilarang karena menimbulkan maksiat
Kata Guru Bahasa Indonesia :
Cinta adalah rangkaian kata indah yang mengalami synopsis dengan maksud mendalam
Kata Guru Ekonomi :
Cinta adalah hal ang ngabisin duit
Kata Guru Bahasa Inggris :
Love is crazy!!!
Kata Guru Sejarah :
Cinta adalah sejarah yang tak terlupakan
Mengapa orang china makan pakai sumpit??
Pada masa dinasti chou, abad 1 SM,
hanya sedikit masyarakat cina yang punya meja(meja merupakan barang mewah karena rangkanya kayu)
Jadi diperlukan alat yang memungkinkan untuk makan hidangan dengan satu tangan saja, tangan lain untuk memegang
mangkuk nasi.
Selain itu, karena kebanyakan makanan cina pakai saus, sumpit memudahkan untuk mengambil makanan tanpa mengotori jari-jari tangan mereka.
Pada masa dinasti chou, abad 1 SM,
hanya sedikit masyarakat cina yang punya meja(meja merupakan barang mewah karena rangkanya kayu)
Jadi diperlukan alat yang memungkinkan untuk makan hidangan dengan satu tangan saja, tangan lain untuk memegang
mangkuk nasi.
Selain itu, karena kebanyakan makanan cina pakai saus, sumpit memudahkan untuk mengambil makanan tanpa mengotori jari-jari tangan mereka.
dhammapada
Daripada Seribu Kata Yang Tidak Berarti, Lebih Baik Sepatah Kata Yang Penuh Arti Yang Dapat Membuat Si Pendengar Menjadi Penuh Damai.
(Dhammapada Bab VIII ayat 100)
Seperti air hujan yang menetes menembus atap jerami yang jarang, demikianlah nafsu keinginan menembus batin yang rapuh.
(Dhammapada bab 1 ayat 13)
(Dhammapada Bab VIII ayat 100)
Seperti air hujan yang menetes menembus atap jerami yang jarang, demikianlah nafsu keinginan menembus batin yang rapuh.
(Dhammapada bab 1 ayat 13)
Langganan:
Postingan (Atom)
